BPOM Perketat Pengawasan Pangan Ramadan Hingga Idulfitri

BPOM Perketat Pengawasan Pangan Ramadan Hingga Idulfitri

PUSARAN.NEWS- Kepala BPOM Taruna Ikrar inspeksi takjil di Jakarta Pusat pada 4 Maret 2026. Ini memperkuat komitmen BPOM dalam pengawasan pangan Ramadan hingga Idulfitri.

Taruna Ikrar inspeksi lapak takjil dekat kantor, membeli beberapa jenis takjil. “Makanan takjil seperti ini penting untuk diolah dengan aman, jangan menggunakan bahan pengawet, pewarna, atau bahan-bahan yang berbahaya untuk pangan,” pesannya kepada salah satu pedagang yang ditemui.

BPOM telah memeriksa lebih dari 2.000 sampel pangan dari fasilitas produksi, pasar tradisional, hingga PKL. Uji cepat dilakukan laboratorium mobil keliling (mobling) BPOM, namun masih ditemukan penggunaan zat berbahaya pada makanan.

Taruna Ikrar menemukan makanan mengandung formalin, yaitu mi kuning. “Kami masih menemukan makanan yang mengandung formalin, yaitu mi kuning. Tentu, pedagang kami minta untuk tidak menggunakan lagi mi tersebut dan selanjutnya akan kami berikan pembinaan agar tidak menggunakan lagi mi berformalin tersebut,” jelas Taruna Ikrar terkait temuan tersebut.

Menjelang Idulfitri, fokus pengawasan BPOM juga menyasar peredaran parsel Lebaran. Kepala BPOM memperingatkan pelaku usaha agar tidak praktik “cuci gudang” dengan produk rusak atau kedaluwarsa.

Taruna Ikrar menegaskan akan bertindak tegas terhadap pelanggaran isi parsel. “Permintaan parsel meningkat luar biasa sehingga kadang digunakan pengusaha untuk cuci gudang. Kami akan bertindak tegas dan melakukan inspeksi mendadak (sidak) secara rahasia untuk memastikan isi parsel sesuai aturan,” tegasnya.

Kepala BPOM memastikan pasokan obat dan pangan nasional cukup dan aman dari kelangkaan. BPOM menuntaskan regulasi nutri-level (pelabelan gizi) untuk kontrol GGL, guna menekan 73% angka kematian penyakit tidak menular.

Setelah inspeksi, Kepala BPOM memberikan tali kasih berupa bingkisan kepada tenaga outsourcing. Acara dilanjutkan pembacaan Al-Quran dan tausiyah Ustadz Salahuddin Ayyub Fachruddin menjelang berbuka.

Dalam dialog singkat, Kepala BPOM Taruna Ikrar berbagi cerita kebiasaan berbuka puasa yang sederhana dan sehat. “Menu favorit saya untuk buka puasa itu, seperti yang saya beli tadi di pinggir jalan. Pertama kurma, lalu rebusan pisang, dan terakhir nagasari.

Sehat karena semuanya serba rebusan,” ujarnya.

Taruna Ikrar menegaskan BPOM tidak mengendurkan pengawasan, mengerahkan lab mobil keliling sejak seminggu sebelum Ramadan. “Hampir di seluruh Indonesia kita lakukan hal yang sama. Fokus kami adalah memastikan makanan, minuman, hingga obat yang dikonsumsi masyarakat betul-betul aman dari zat berbahaya seperti formalin dan pewarna terlarang,” tegasnya.

Menjelang Idul Fitri, Taruna mengimbau masyarakat jadi konsumen cerdas dengan tips mengenali pangan aman. Untuk makanan kemasan, selalu terapkan Cek KLIK (Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa).

BPOM berkomitmen bantu 1,7 juta UMKM binaan melalui percepatan perizinan dan pendampingan. Peran Orang Tua Angkat (OTA) dari industri besar dimanfaatkan untuk membina industri kecil tingkatkan standar keamanan pangan.

Taruna mengimbau masyarakat melapor ke kanal pengaduan BPOM bila menemukan produk makanan melanggar ketentuan. “BPOM membuka akses seluas-luasnya untuk melapor. Bisa lewat pusat pengaduan HALOBPOM, atau bahkan langsung ke Instagram pribadi saya di @taruna_ikrar.

Saya akan tindak lanjuti dan teruskan ke direktorat terkait agar atensinya lebih besar,” pungkasnya.

Sebagai informasi penting, Badan POM mengingatkan adanya peningkatan upaya penipuan mengatasnamakan layanan e-Sertifikasi pada 5 Maret 2026. Pelaku usaha diimbau tidak menindaklanjuti permintaan mencurigakan, segera konfirmasi melalui kanal layanan resmi Badan POM.

Redaktur: Wae

Sumber: Negara Hadir di Meja Buka Puasa, Kepala BPOM Turun Langsung Awasi Takjil dan Peringatkan Bahaya Parsel Lebaran Kedaluwarsa | Badan Pengawas Obat dan Makanan

pusaran.news: