PUSARAN.NEWS- Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menggelar acara Halalbihalal Idulfitri 1447 H/2026 M di Aula Gedung Bhineka Tunggal Ika, Jakarta, pada Selasa (7/4/2026). Acara halalbihalal BPOM ini menjadi momentum penting untuk mempererat kebersamaan, memperkuat sinergi, dan mengapresiasi dedikasi seluruh jajaran.
Momen tersebut dihadiri sejumlah tokoh penting, termasuk para mantan Kepala BPOM seperti Lucky S. Slamet, Kustantinah, dan Roy Sparinga.
Plt. Kepala BPOM 2023–2024 Lucia Rizka Andalusia, Ketua DWP BPOM Elfi Taruna Ikrar, jajaran pimpinan, serta pegawai turut hadir.
Pembukaan acara diwarnai lantunan ayat suci Al-Quran beserta sari tilawah dari Q.S. Al-Imran ayat 133–134 dan Q.S.
Al-Hujurat ayat 10. Ayat-ayat tersebut menekankan keutamaan saling memaafkan kesalahan orang lain, yang merupakan sikap dari orang-orang yang bertakwa.
Kepala BPOM Taruna Ikrar dalam sambutannya menegaskan bahwa acara halalbihalal BPOM adalah momentum pererat kebersamaan dan sinergi. Ia mengatakan, “Organisasi yang sehat dimulai dari hati yang bersih.
Hubungan yang harmonis antarindividu akan mendorong kinerja pelayanan yang lebih optimal dan efektif.”
Taruna Ikrar menambahkan bahwa silaturahmi merupakan kekuatan utama BPOM yang melahirkan kepercayaan, kolaborasi, dan semangat memberikan yang terbaik bagi masyarakat. Ia juga mengapresiasi seluruh jajaran atas dedikasi serta kerja keras mengawal pengawasan obat dan makanan selama Ramadan dan hari raya.
Isu tantangan global yang memengaruhi dinamika nasional turut disoroti oleh Kepala BPOM Taruna Ikrar dalam kesempatan tersebut. Ia menegaskan pentingnya ASN, termasuk BPOM, bersikap bijak serta efisien dalam penggunaan sumber daya tanpa mengurangi kualitas pelayanan masyarakat.
Lebih lanjut, Kepala BPOM Taruna Ikrar mengajak seluruh insan BPOM mengaktualisasikan nilai-nilai organisasi “Menjulang, Membumi, dan Mengakar”. Menjulang berarti terus meningkatkan kapasitas pelayanan hingga diakui nasional dan internasional, sementara Membumi mencerminkan kedekatan dengan masyarakat menjamin keamanan.
Di sisi lain, Badan POM pada 8 April 2026 juga mengeluarkan peringatan penting melalui Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat terkait indikasi peningkatan upaya penipuan e-Sertifikasi. Pelaku usaha diimbau tidak menindaklanjuti informasi mencurigakan dan segera melakukan konfirmasi melalui kanal layanan resmi Badan POM.
Redaktur: Wae
Sumber: BPOM