PUSARAN.NEWS- BPOM dan Pemprov DKI Jakarta perkuat pengawasan pangan jelang Ramadan dan Idulfitri 1447 H. Komitmen ini melindungi masyarakat dari pangan tak aman di tengah lonjakan permintaan.
Kepala BPOM Taruna Ikrar pimpin kunjungan maraton ke Holland Bakery dan Lotte Grosir. Ini dilakukan pada Senin (9/3/2026) di Jakarta Utara dan Jakarta Timur.
Kunjungan diawali di PT Mustika Citra Rasa (Holland Bakery), Jakarta Utara. Kepala BPOM pantau konsistensi penerapan Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB).
Direktur Utama Paulus Tejakusuma dan jajaran menyambut Kepala BPOM di fasilitas produksi. Pengawalan standar keamanan industri pangan krusial bagi Indonesia Emas 2045.
“Pengawasan yang efektif tidak hanya dilakukan melalui pemeriksaan, tetapi juga melalui kemitraan antara pemerintah dan industri,” tegas Taruna Ikrar. Ini disampaikan di hadapan jajaran manajemen Holland Bakery.
Pengawalan ini penting bagi target pertumbuhan ekonomi 8% menuju visi Indonesia Emas 2045. “Dengan keterbukaan dan komitmen perbaikan berkelanjutan, kita membangun kepercayaan konsumen sekaligus memberikan perlindungan optimal bagi masyarakat.”
Setelah meninjau hulu produksi, pemantauan dilanjutkan ke sektor hilir di Lotte Grosir Pasar Rebo. Inspeksi ini memeriksa penerapan Cara Peredaran Pangan Olahan yang Baik (CPerPOB).
Kepala BPOM didampingi Store General Manager Lotte Grosir Arifin Yunianto dan Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Provinsi DKI Jakarta Hasudungan A. Sidabalok.
Mereka memantau langsung kondisi di lapangan.
BPOM menemukan kondisi gudang penyimpanan beku (frozen) Lotte Grosir melebihi kapasitas (overload). Kepala BPOM mengingatkan pengelola agar segera melakukan perbaikan.
“Tadi kami cek izin edar produk, label, dan kemasannya, termasuk juga tanggal kedaluwarsanya,” ujar Kepala BPOM. Gudang dingin overload berisiko membuat pangan rusak lebih cepat.
“Jangan karena motif ekonomi dan ingin cuci gudang, pelaku usaha mengabaikan kesehatan masyarakat,” tegasnya. Ini disampaikan untuk melindungi konsumen dari produk berbahaya.
Secara nasional, intensifikasi pengawasan pangan 2026 telah memasuki tahap ketiga, memeriksa 1.134 sarana peredaran. Jumlah ini naik 25% dibanding tahun sebelumnya, dengan 56.027 produk TMK ditemukan.
Produk TMK ini naik 83% dari periode sama tahun lalu, karena kedaluwarsa, rusak, atau tanpa izin edar (TIE). Di DKI Jakarta, 9 dari 18 sarana yang diperiksa memiliki temuan TMK dominan makanan ringan ilegal.
Selain pangan kemasan, BPOM juga menguji 222 sampel takjil di Jakarta. Hasilnya, 10 sampel (4,5%) mengandung rodamin B pada kue mangkok dan kerupuk, serta formalin pada mi kuning dan tahu.
Sekretaris Daerah DKI Jakarta Uus Kuswanto mendukung penuh langkah tegas BPOM. “Kami pastikan pedagang yang melanggar akan diberikan pembinaan dan produk berbahaya segera dimusnahkan,” katanya.
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) Provinsi DKI Jakarta Elisabeth Ratu Rante Allo siap berkolaborasi. Kolaborasi ini menjamin keamanan pangan di wilayah DKI Jakarta secara komprehensif.
Di sela peninjauan, Taruna Ikrar menyapa konsumen dan edukasi slogan “Cek KLIK”. Ia menekankan pentingnya masyarakat menjadi konsumen cerdas dan mandiri.
Sambil mempraktikkan verifikasi produk melalui pemindaian barcode aplikasi, ia menjelaskan prinsip Cek KLIK. “Ibu, ada caranya memastikan belanjaan ini sesuai aturan: cek kemasan, label, dan nomor izin edarnya.”
“Terakhir yang paling penting adalah masa kedaluwarsa karena makanan sehat bisa menjadi racun, jika sudah rusak atau ditumbuhi bakteri akibat masa berlaku yang habis,” jelas Taruna Ikrar. Produk diverifikasi layak hingga 24 September 2026.
Taruna Ikrar juga menanyakan cara konsumen memilih produk pangan untuk rumah dan bingkisan (parsel). Ia mengajak publik selalu waspada dan disiplin menerapkan prinsip Cek KLIK.
BPOM juga informasikan indikasi peningkatan penipuan mengatasnamakan layanan e-Sertifikasi. Pelaku usaha diminta tidak menindaklanjuti dan konfirmasi ke kanal resmi Badan POM.
Redaktur: Wae
Sumber: BPOM