PUSARAN.NEWS-BPOM dan BPS memperkuat sinergi data nasional untuk mendukung Sensus Ekonomi 2026. Kolaborasi ini ditegaskan dalam audiensi di Kantor BPOM Jakarta pada Kamis (16/4/2026).
Kepala BPOM Taruna Ikrar menyambut kunjungan BPS, menegaskan kolaborasi penting untuk data nasional. “Kami menyambut baik kunjungan Kepala BPS beserta jajaran dalam rangka memperkuat kolaborasi strategis antar lembaga,” ujarnya.
Taruna Ikrar menegaskan BPOM siap mendukung penuh pelaksanaan SE2026. “BPOM siap mendukung maksimal pendataan pada sektor industri obat, pangan olahan, kosmetik, obat tradisional, dan suplemen kesehatan,” katanya.
Data industri yang dikelola BPOM berperan penting dalam struktur ekonomi nasional, khususnya pangan olahan. Ketersediaan data komprehensif hingga lapangan memperkuat pengawasan dan pengembangan UMKM.
Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menjelaskan SE2026 mandat undang-undang yang butuh dukungan BPOM. “Kami mengajukan permohonan dukungan penuh kepada BPOM untuk menyukseskan pelaksanaan Sensus Ekonomi Nasional tahun 2026,” ujarnya.
Amalia menjelaskan, hasil sensus akan berdampak luas bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan berbasis data. “Hasil sensus ekonomi akan melengkapi basis data ekonomi nasional yang sangat dibutuhkan,” katanya.
BPS mengadopsi metodologi statistik mutakhir, memadukan pendekatan konvensional dengan teknologi big data. BPS juga pusat regional PBB untuk big data di Asia Pasifik, berkomitmen jadi tolok ukur global.
Selain itu, Badan POM juga menyampaikan pengumuman penting terkait peningkatan upaya penipuan. Indikasi penipuan mengatasnamakan layanan e-Sertifikasi ini perlu diwaspadai pengguna.
Pelaku usaha diimbau tidak menindaklanjuti informasi atau permintaan mencurigakan. Mereka harus segera melakukan konfirmasi melalui kanal layanan resmi Badan POM.
Pengumuman ini disampaikan oleh Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat pada 17 April 2026. Informasi penting ini telah dilihat sebanyak 21 kali oleh publik.
Redaktur: Wae
Sumber: BPOM