BNPB: Tiga Bencana Hidrometeorologi Landa Indonesia Akhir Maret

Foto: Wilayah terdampak tanah longsor di Desa Simpang Sender Utara, Kecamatan Buay Pematang Ribu Ranau Tengah, Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan, Provinsi Sumatera Selatan (28/3). (BPBD Kabupaten Og

PUSARAN.NEWS- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat tiga kejadian bencana hidrometeorologi signifikan di Indonesia antara 29-30 Maret 2020. Peristiwa ini melanda Sumatera Utara, Sumatera Selatan, dan Jawa Tengah, menyebabkan banjir, tanah longsor, serta kerusakan rumah warga.

Data BNPB menghimpun kejadian bencana dari Minggu (29/3) pukul 07.00 WIB hingga Senin (30/3) pukul 07.00 WIB. Tiga insiden tersebut berdampak signifikan, didominasi oleh bencana hidrometeorologi basah yang rentan terjadi.

Banjir merendam Kelurahan Tapian Nauli II (Tapian Nauli) serta Pondok Batu dan Pasir Bidang (Sarudik) di Tapanuli Tengah. Peristiwa pada Sabtu (28/3) pukul 18.00 WIB ini dipicu hujan intensitas sedang hingga tinggi di wilayah tersebut.

Sebanyak 400 kepala keluarga (KK) terdampak, rumah mereka terendam banjir dengan tinggi muka air 10-20 sentimeter. BPBD Tapanuli Tengah segera melakukan asesmen dan berkoordinasi di lokasi terdampak.

BPBD Tapanuli Tengah berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan desa setempat untuk penanganan darurat. Kondisi terkini pada Minggu (29/3) melaporkan air sudah surut dan warga telah kembali ke rumah masing-masing.

Banjir dan tanah longsor melanda Desa Simpang Sender Utara, Buay Pematang Ribu Ranau Tengah, Ogan Komering Ulu Selatan. Kejadian pada Sabtu (28/3) pukul 20.30 WIB ini akibat hujan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut.

Tercatat 34 KK terdampak, satu warga luka ringan, serta 27 rumah terdampak dan 7 rumah rusak berat. BPBD Ogan Komering Ulu Selatan beserta dinas terkait melakukan asesmen di lokasi bencana.

BPBD Ogan Komering Ulu Selatan berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat guna penanganan darurat. Foto wilayah terdampak tanah longsor di desa ini diambil 28 Maret oleh BPBD OKU Selatan.

Cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang melanda Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah pada Sabtu (28/3) pukul 14.00 WIB. Peristiwa ini menyebabkan atap beberapa rumah warga mengalami kerusakan serius.

Kejadian ini melanda Desa Bojongsari (Kedungreja) dan Desa Panikel (Kampung Laut), mengakibatkan 21 KK terdampak. Selain itu, satu rumah rusak sedang, 18 rumah rusak ringan, dan dua rumah makan rusak berat.

BPBD Kabupaten Cilacap segera melakukan asesmen dan berkoordinasi lintas instansi guna penanganan darurat. BNPB mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah meningkatkan kesiapsiagaan bencana hidrometeorologi basah.

Peningkatan kewaspadaan diperlukan terhadap berbagai potensi ancaman bencana, khususnya saat hujan intensitas tinggi dan durasi lama. Pemerintah daerah dan warga diimbau untuk selalu memantau informasi terkini.

Redaktur: Wae

Sumber: BNPB

pusaran.news: