PUSARAN.NEWS- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan serangkaian bencana hidrometeorologi basah melanda sejumlah wilayah. Kejadian signifikan ini didominasi oleh angin kencang di Tasikmalaya, Wonosobo, dan Klaten pada Minggu (29/3).
BNPB menghimpun kejadian bencana dari Senin (30/3) pukul 07.00 WIB hingga Selasa (31/3) pukul 07.00 WIB. Insiden ini didominasi bencana hidrometeorologi basah yang berdampak signifikan.
Cuaca ekstrem melanda tiga kecamatan di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, pada Minggu (29/3) sore. Hujan deras disertai angin kencang merusak sembilan unit rumah, dengan empat di antaranya rusak ringan.
Di Kecamatan Kawalu, Kelurahan Gunung Tandala, Gunung Gede, dan Urug terdampak bencana. Kelurahan Cigantang di Mangkubumi, bersama Cibunigeulis dan Bantarsari di Bungursari, juga mengalami kerusakan.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tasikmalaya segera berkoordinasi dengan instansi terkait. Mereka melakukan asesmen lokasi serta pendataan rumah untuk penanganan darurat.
Angin kencang menerjang Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, pada Minggu (29/3) pukul 17.06 WIB. Bencana ini merusak enam rumah dan satu ruko di Desa Timbang, Kecamatan Leksono.
Beberapa pohon tumbang akibat angin kencang, menutup akses jalan antar desa. Personel BPBD Kabupaten Wonosobo bersama tim gabungan telah mengevakuasi dan membersihkan puing-puing pohon.
Kabupaten Klaten terdampak hujan dan angin kencang pada Minggu (29/3) pukul 16.00 waktu setempat. Sebanyak 18 desa di lima kecamatan mengalami dampak signifikan akibat bencana ini.
Desa Pakisan dan Cawas di Kecamatan Cawas terdampak hujan dan angin kencang. Desa Jurangjero, Gempol, Karangan, Soropaten, Pandean, dan Babadan di Karanganom turut mengalami kerusakan.
Desa Pandean dan Babadan di Karanganom turut terdampak bencana. Empat desa di Kecamatan Tulung meliputi Majegan, Kiringan, Pucang Miliran, dan Sorogaten juga mengalami kerusakan.
Dua desa di Tulung, yakni Tulung dan Dalangan, turut menjadi wilayah terdampak angin kencang. Tiga desa di Jatinom, yaitu Pandeyan, Puluhan, dan Bonyokan, juga mengalami kerusakan.
Terakhir, Desa Tempursari di Kecamatan Ngawen juga menjadi lokasi terdampak cuaca ekstrem. Angin kencang tersebut menyebabkan 83 rumah rusak ringan dan dua rumah rusak sedang.
Angin kencang merusak dua unit sekolah dan empat fasilitas umum selain rumah warga. Dua fasilitas ibadah, tiga ruko, serta dua kandang ternak juga dilaporkan terdampak.
Dua puluh satu titik akses jalan terdampak serta 48 pohon dilaporkan tumbang. Aliran listrik dan internet juga terganggu akibat bencana angin kencang tersebut.
Akibat kejadian angin kencang, sebanyak 87 KK terdampak di Kabupaten Klaten. Empat jiwa di antaranya terpaksa harus mengungsi ke rumah kerabat mereka.
Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Klaten bersama relawan segera turun ke lapangan. Mereka melakukan upaya penanganan darurat di lokasi terdampak bencana.
Redaktur: Wae
Sumber: BNPB