Kementan BUMN Genjot Bioenergi Nasional Demi Kemandirian Energi
- account_circle pusaran.news
- calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
- print Cetak

Perintah Presiden di Kebut: Mentan Amran bersama BUMN percepat B50 dan E20
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
PUSARAN.NEWS- Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman bersama Kementerian Pertanian dan BUMN mempercepat pengembangan bioenergi nasional di Padang, Sumatera Barat. Langkah strategis ini bertujuan mewujudkan kemandirian energi, seperti dibahas pada Selasa (14/4/2026).
Percepatan program bioenergi merupakan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto yang harus diimplementasikan secara kolaboratif lintas sektor. Mentan Amran menegaskan komitmen Kementan, BUMN, dan Danantara mewujudkan gagasan besar tersebut.
“Ini arahan Bapak Presiden. Kami bersama BUMN, Danantara, kami kolaborasi untuk mewujudkan gagasan besar Bapak Presiden,” kata Mentan Amran.
Prioritas utama kini adalah implementasi biodiesel B50 yang ditargetkan tahun ini.
“Arahan Bapak Presiden, yaitu biofuel. B50 jalan kita stop impor solar 5 juta ton.
Nah ini capaian yang luar biasa.” Capaian ini akan membuka lapangan kerja, mengurangi kemiskinan, dan meningkatkan kesejahteraan.
Selain biodiesel, pemerintah juga mendorong pengembangan etanol sebagai bagian dari bauran energi nasional melalui mandatori E20. Mentan Amran menyebut Indonesia membutuhkan 8 juta ton etanol untuk mencapai kemandirian energi.
“Yang paling terakhir adalah etanol. Kita menuju mandatori E20.
Kita butuh 8 juta ton etanol. Artinya apa?
Suatu saat kita mandiri karena Brazil sekarang sudah bisa E70, E100,” jelasnya. Ini membuka jalan bagi kemandirian energi.
Mentan Amran menegaskan jika seluruh ekosistem bioenergi ini berjalan optimal, dampaknya akan signifikan terhadap perekonomian nasional. Program ini berpotensi besar menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan rakyat.
“Kalau ini semuanya mandiri, insya Allah, menciptakan lapangan kerja, menurunkan kemiskinan, pengangguran kita turunkan, kesejahteraan meningkat, Indonesia emas kita rebut,” ujar Mentan Amran. Visi ini penting bagi kemajuan bangsa.
Managing Director Business 2 Danantara, Setyanto Hantoro, menyatakan kesiapan pihaknya mendukung implementasi program bioenergi. Dukungan mencakup pengembangan biodiesel dan etanol sebagai prioritas utama saat ini.
“Sudah B50 sudah oke, sekarang etanol. Yang sekarang B40 sudah terpenuhi,” kata Setyanto Hantoro.
Ia menambahkan, implementasi B40 telah menekan ketergantungan terhadap impor energi.
“Dan dengan B40 sekarang sebetulnya kita sudah nggak impor solar. Nanti kalau B50 kita bahkan ekspor solar.
Jadi yang sekarang B40 sudah terpenuhi,” lanjutnya. Indonesia berpotensi menjadi pengekspor solar di masa mendatang.
Untuk mendukung mandatori E20, pembangunan fasilitas produksi etanol terus dipercepat di berbagai wilayah. Ini merupakan langkah krusial dalam mencapai target bauran energi nasional yang ambisius.
Setyanto menjelaskan, “Yang berikutnya adalah untuk yang gasolin, untuk bensin ya, itu nanti menuju E20.” Ia menambahkan, kesepakatan dengan Mentan telah tercapai untuk groundbreaking beberapa fasilitas baru.
Saat ini baru ada satu pabrik etanol, dengan yang kedua telah di-groundbreaking di Jawa Timur. Empat pabrik lain akan menyusul, sehingga total enam fasilitas akan memenuhi kebutuhan E20 nantinya.
Hilirisasi komoditas unggulan daerah seperti gambir di Sumatera Barat juga didorong sebagai bagian dari program bioenergi. Keterlibatan BUMN sebagai motor penggerak sangat penting untuk keberhasilan inisiatif tersebut.
PTPN menjadi motor penggerak utama dalam upaya hilirisasi komoditas unggulan daerah ini. “Jadi kita libatkan BUMN,” tutup Setyanto Hantoro.
Redaktur: Wae
Sumber: Kementan
- Penulis: pusaran.news
