Pratikno Tinjau Penanganan Longsor Banjarnegara, Pastikan Respons Cepat
- account_circle pusaran.news
- calendar_month Senin, 6 Apr 2026
- print Cetak

Menko PMK Tinjau Penanganan Darurat Longsor Banjarnegara, Pemerintah Intensifkan Upaya Evakuasi dan Penyediaan Hunian Sementara
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
PUSARAN.NEWS- Selasa (18/11/2025), Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno meninjau penanganan darurat tanah longsor di Dusun Situkung, Desa Pandanarum, Banjarnegara. Peninjauan ini atas perintah Presiden untuk memastikan respons cepat dan terkoordinasi terhadap bencana.
Pratikno menyampaikan, Presiden segera memerintahkan dirinya dan Kepala BNPB turun ke lokasi setelah kabar bencana di Banjarnegara dan Majenang. “Sejak adanya berita tanah longsor di Cilacap Majenang dan Banjarnegara, Bapak Presiden langsung memerintahkan kepada kami, Kepala BNPB dan Menko PMK, untuk segera turun ke lapangan. Kemarin kami melaporkan di Bekasi, dan hari ini saya menyusul Kepala BNPB untuk melihat langsung di lapangan,” ujarnya.
Dalam peninjauan, Menko PMK menjelaskan kondisi terbaru di titik longsor yang menimbun 28 korban. Satu orang telah ditemukan selamat dan satu meninggal, sehingga 26 orang masih belum ditemukan.
Ia juga menyoroti kondisi tanah yang masih bergerak dan retakan yang semakin melebar di lokasi bencana. “Tanah masih retak-retak cukup lebar. Dibandingkan tadi pagi, sekarang lebih lebar.
Artinya kita terus waspada,” ucapnya.
Kondisi lapangan yang sangat labil menghambat pengerahan alat berat secara cepat. Retakan tanah yang terus melebar serta keberadaan embung di atas kawasan longsor menuntut langkah penanganan ekstra hati-hati.
Pemerintah menghadirkan ahli geologi untuk menjamin keamanan tim penyelamat sekaligus mengatur strategi penanganan. Sejumlah alat berat dari lokasi longsor Cilacap-Majenang juga mulai digeser dan dikerahkan bertahap ke Banjarnegara.
Pratikno menjelaskan, sulitnya mengerahkan alat berat dan pentingnya kehadiran ahli geologi untuk keselamatan tim. “Tidak mudah untuk mengerahkan alat berat ke sini. Sekarang alat berat yang di Cilacap Majenang sudah dikerahkan ke sini, dan kita hadirkan ahli geologi untuk menjamin keamanan, karena di atas ada embung yang harus dipikirkan penyaluran airnya,” ujarnya.
Menko PMK menyampaikan apresiasi kepada Basarnas, BNPB, Kemensos, Kemenkes, Kemendagri, TNI, Polri, Pemda, dan para relawan yang terlibat. Ia menekankan pemerintah bekerja keras bersama Bupati dan tim untuk penanganan cepat.
“Kami berterima kasih kepada Basarnas, BNPB, Kemensos, Kemenkes, Kemendagri, TNI, Polri, Pemda dan para relawan,” ungkapnya. “Pemerintah bekerja keras, bersama Pak Bupati dan tim, kita harus cepat tangani ini,” tegas Pratikno.
Pratikno menegaskan pemerintah menjalankan dua langkah utama: penyelamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar warga. Hunian sementara (huntara) segera disiapkan, dengan lahan dari Pemda untuk pembangunan oleh BNPB.
Pratikno menegaskan komitmen pemerintah dalam penyelamatan dan jaminan pengungsian bagi korban yang dipindahkan. “Pertama, tentu saja kita lakukan penyelamatan. Kedua, bagi para korban yang dipindahkan, kita jamin pengungsiannya, termasuk logistik, kesehatan, dan pendampingan psikologis,” tegasnya.
Ia memastikan pemerintah pusat mendukung penuh langkah pemerintah daerah dalam penanganan bencana. Pernyataan ini sekaligus mengakhiri tinjauan Menko PMK di lokasi.
Redaktur: Wae
Sumber: Kemenko PMK
- Penulis: pusaran.news
