BNPB Catat Gempa Bitung dan Bencana Lain di Awal April
- account_circle pusaran.news
- calendar_month Jumat, 3 Apr 2026
- print Cetak

Foto: Gempa M7,6 Kota Bitung berdampak pada kerusakan rumah warga di Kota Ternate, Maluku Utara, Kamis (2/4). (BPBD Kota Ternate
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
PUSARAN.NEWS- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan serangkaian bencana di Indonesia pada 2-3 April 2020. Gempa M7,6 Bitung merusak Ternate, disertai banjir di Medan dan longsor di Bandung serta OKU.
Gempa bumi M7,6 terjadi di Kota Bitung, Sulawesi Utara, Kamis (2/4) dengan kedalaman 33 km. BMKG mencatat 233 gempa susulan, magnitudo terbesar M5,8.
Getaran gempa terasa di Bitung, Minahasa (Sulawesi Utara), serta Ternate dan Tidore Kepulauan. Halmahera Barat, Tengah, Utara, Selatan (Maluku Utara) juga merasakan guncangan kuat.
Dampak gempa di Sulawesi Utara, satu orang meninggal di Manado dan satu luka ringan di Minahasa. Di Manado, satu hotel, lima kantor, dan satu fasilitas umum (Gedung KONI) terdampak.
Di Kabupaten Minahasa, 17 rumah, satu kantor, dan dua fasilitas ibadah terdampak. Satu akses jalan juga mengalami kerusakan akibat guncangan gempa M7,6 tersebut.
Di Maluku Utara, 134 KK di Ternate, 7 KK di Halmahera Tengah, 5 KK di Halmahera Barat, dan 2 KK di Halmahera Selatan terdampak. Selain itu, 355 jiwa mengungsi di Kota Tidore Kepulauan.
Kaji cepat di Maluku Utara mencatat 32 rumah rusak berat, 36 rusak sedang, dan 66 rusak ringan di Ternate. Laporan juga menyebutkan “6” (enam) unit lainnya yang terdampak di sana.
Banjir melanda Medan, Sumatera Utara, Rabu (1/4), berdampak pada tiga kelurahan di Kecamatan Medan Maimun. BPBD Medan mengevakuasi 521 warga mengungsi serta menyalurkan bantuan logistik.
Longsor di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Kamis (2/4), melanda empat desa di kecamatan berbeda. Dua rumah rusak, 10 berpotensi terdampak; BPBD Bandung lakukan asesmen bersama instansi.
Hujan deras picu longsor di Kabupaten OKU, Sumatera Selatan, Kamis (26/3), di Kelurahan Baturaja Lama. Ini mengancam 11 rumah (44 jiwa) karena jarak 50 meter; BPBD OKU imbau waspada.
Redaktur: Wae
Sumber: BNPB
- Penulis: pusaran.news
